Jumat, 18 November 2011

Disiplin Gereja (Bagian 1) - Dasar Peraturan Gereja Dari Allah


Disiplin Gereja (Bagian 1)
Dasar Peraturan Gereja Dari Allah
(Oleh : Petra Nainggolan)

 
Apakah yang dimaksud dengan disiplin? Menurut KBBI mobile disiplin
ialah tata tertib; ketaatan kepada peraturan.
Gereja adalah suatu kumpulan (Jemaat) yang di dalamnya tentu mempunyai peraturan. Peraturan yang dibuat dalam gereja bukanlah peraturan duniawi, melainkan peraturan yang bersifat spiritual. Dasar peraturan dalam gereja ialah Alkitab yaitu Firman Tuhan. Maka Tuhan sendiri yang menetapkan peraturan dalam gereja.
Gereja atau jemaat tidak menerima peraturan yang dibuat oleh manusia. Tuhan Yesus yang mendirikan gereja-Nya dan telah mati untuk gereja-Nya (Mat. 16:18; Ef. 5:25), manusia dapat mengatur gereja Tuhan (penatua-penatua diberikan otoritas oleh firman Tuhan) tetapi tidak dapat menambahi sesuatu ke dalam Hukum/peraturan Tuhan, karena gereja itu bukan milik manusia! Jika manusia ingin mengatur, maka ia harus membuat gereja bagi dirinya sendiri. Contohnya adalah Charles T.Russel pendiri saksi Yehova, John Wesly pendiri gereja Methodist, Calvin pendiri gereja Presbiterian, John Smythe pendiri gereja Baptis, Ellen.G.White pendiri gereja Advent, Joseph Smith pendiri gereja Mormon, William Booth pendiri gereja Balai Keselamatan, dan Katolik oleh Bonaface III, tahun 606 M, (lih. A Study of Denominations and Their Doctrines, By : Ben Bailey, 2007). Kalau di Indonesia yang cukup terkenal adalah Pdt.DR.Stephen Tong pendiri gereja Injili Indonesia Reform. Di Indonesia ada juga yang mengaku "saya orang Pantekosta" atau saya orang Karismatik"??? Pertanyaannya bagi kita semua adalah "Adakah Kristus itu terbagi-bagi? Adakah mereka (pendiri-pendiri gereja/aliran-aliran) disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama mereka (pendiri-pendiri gereja/aliran-aliran) ???" (1 Korintus 1:13). Apakah seperti ini disiplin/peraturan dalam gereja? Tidak!
"Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.
Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloë tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu.
Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus.
Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus?
Aku mengucap syukur bahwa tidak ada seorang pun juga di antara kamu yang aku baptis selain Krispus dan Gayus,
sehingga tidak ada orang yang dapat mengatakan, bahwa kamu dibaptis dalam namaku.
Juga keluarga Stefanus aku yang membaptisnya. Kecuali mereka aku tidak tahu, entahkah ada lagi orang yang aku baptis.
Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itu pun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.
(1 Korintus 1:10-17).

 
Rasul Paulus yang mendirikan banyak jemaat-jemaat melalui penginjilanya, tidak mengatakan bahwa ia pendirinya, tidak berkata bahwa ia kepala gereja atau pemilik gereja, tidak mengatakannya sebagai gereja Paulus atau aliran Paulus, tetapi menyebutnya Jemaat Kristus (Rm. 16:16; Gal. 1:22) sebab ia hanyalah sebagai kawan sekerja Tuhan, karena ia bekerja bagi Tuhan bukan bagi dirinya sendiri, dan untuk kemuliaan Tuhan bukan untuk membesarkan nama Paulus. (1 Korintus 3:1-23).
Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.
Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.
Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.
Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus." (1 Korintus 3:6-11)

 
Siapakah pendiri gereja yang benar? Jawabannya adalah KRISTUS (Matius 16:18). Pastikan bahwa saudara berada dalam gereja-Nya Kristus, bukan gereja yang didirikan oleh manusia (ciri-ciri orang yang mendirikan gereja selalu bermegah atas gereja yang ia bangun), sebab Kristus menyelamatkan jemaat-Nya, (apakah manusia dapat menyelamatkan gereja?) bukan menyelamatkan jemaat "si Anu" dan jemaat "si itu" (Efesus 5:23). Kristus tidak membangun gereja yang fisik, tetapi yang rohani, yaitu jemaat yang hidup, bukan bangunan fisik. Manusia membangun gereja yang fisik, bukan yang hidup. Manusia memang dapat membangun sebuah bangunan gereja dengan uangnya yang banyak, namun tidak dapat berkata bahwa ia pendiri gereja, atau pemilik gereja, atau kepala gereja atau pemimpin gereja, itu merampas hak Kristus sebagai pendiri gereja dan kepala gereja. (Kolose 1:8; Efesus 5:23). Salah besar apabila orang membangun gedung gereja namun mengatakan bahwa ia kepala gereja (supaya dapat mengatur gereja sesuai keinginannya). Dalam Gereja-Nya Kristus, peraturan berasal dari otoritas Kristus, Kristus memberikan kuasa-Nya kepada para rasul, dan jemaat tekun dalam pengajaran para rasul (Kis. 2:42), tetapi dalam gerejanya "si Anu", peraturannya tidak Alkitabiah sebab banyak yang melenceng dari otoritas firman Tuhan. Setelah rasul-rasul tiada, jemaat Kristus berada di bawah otoritas Perjanjian Baru, yang adalah karya Roh Kudus ditulis dengan tangan para rasul dan hamba Tuhan Yesus.
Bagaimana Tuhan mengatur gereja-Nya? Tuhan sudah menentukan penatua-penatua untuk menggembalakan jemaat (Kis. 20:28). Penatua-penatua dipilih sesuai kriteria Tuhan, bukan manusia, Tuhan memilihnya dan menentukannya, kita menerapkannya sesuai dengan petunjuk yang diberikan Tuhan kepada kita dalam kitab 1 Timotius 3:1-13 dan Titus 1 :5-9. Jika Alkitab merupakan standart yang digunakan dalam mendisiplin, maka jangan sekali-kali menggunakan dasar yang lain (cth: pengetahuan pribadi, kepentingan pribadi), karena akan mengakibatkan kesalahan. Jika dibandingkan dengan kriteria-kriteria yang ada di gereja-gereja yang dibuat oleh manusia maka ada sedikit miripnya dengan kriteria yang dibuat oleh Tuhan, sebab mereka mengambil sebagian dari Alkitab tetapi lebih banyak kriteria yang mereka buat berdasarkan pada kesukaan dan kepentingan mereka daripada menjunjung tinggi peraturan Tuhan. Ingat bahwa gereja yang sungguh-sungguh berdisiplin bukanlah yang baik dan tegas menurut standart/pemikiran manusia, tetapi orang Kristen yang berdisiplin adalah yang menjalankan perintah-perintah Tuhan dengan dasar kasih kepada-Nya (bukan kasih yang mementingkan diri sendiri) (Yoh. 14:15; 1 Yoh 5:2-3).
Bagi kita yang hidup sekarang ini peraturan/disiplin dalam gereja sudah tertulis di dalam Alkitab. Alkitab perjanjian baru ditulis oleh para rasul dan hamba Allah, oleh karena Allah yang mengilhamkannya. (2 Pet. 1: 16, 21; Gal. 1:11-12; 1 Kor. 14:37; 11:23; 2 Tim. 3:16). Namun bagi jemaat yang hidup pada abad pertama, mengenai peraturan/disiplin diberikan oleh Roh Kudus dan juga rasul-rasul (Kis. 15:28), sebab rasul-rasul mempunyai otoritas, dan Roh Kudus yang menguatkan (Yoh. 14:26; 16:13).
Jadi, saudara-saudara, dasar peraturan gereja yang benar adalah yang berasal dari Allah. Bagaimana kita mengetahuinya adalah dengan cara menyesuaikannya dengan apa yang telah difirmankan-Nya dalam Alkitab. Kita tidak boleh membuat peraturan sendiri dalam gereja, sebab gereja bukanlah milik kita tetapi milik Allah. Mereka yang membuat peraturan sendiri juga telah membuat gereja untuk mereka sendiri yang berlainan dengan gereja Tuhan, sebab itu mereka telah melenceng dari kebenaran. Manusia tidak dapat menyelamatkan gereja yang dia buat, tetapi Kristus menyelamatkan gereja-Nya. Jemaat abad pertama bertekun dalam pengajaran rasul-rasul. Kita pun harus bertekun dalam pengajaran para rasul, melalui apa yang mereka tuliskan, sebab apa yang mereka tuliskan adalah ilham Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar